Rektor ITM Membuka Seminar Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020

Seminar Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 dengan topik yang relevan dengan isu strategis saat ini, diantaranya yaitu Pengembangan Strategis Sektor Pariwisata, Pengurangan Resiko Bencana Melalui Rencana Tata Ruang dan Pengaruh Omnibus law terhadap Penataan Ruang. Pada kegiatan seminar ini melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi penataan Ruang kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Utara serta para akademisi dari institusi pendidikan perguruan tinggi yang membidangi perencanaan wilayah dan kota serta lembaga organisasi lainnya di Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Prodi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota ITM ini berlangsung pada hari Rabu, 4 Maret 2020.

Dalam seminar tersebut menghadirkan enam narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing yakni Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si,  Dr. Kuswandi, ST, MT, Ir. Nurlisa Ginting M.Sc PhD.,IPM, Kaspan Eka Putra, PhD, IAP, Ir. Juniar Ilham, Prd.MT., IAP, dan Ir. Arief S Trinugroho, MT., IAP.

Acara seminar diawali dengan sambutan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diwakili Bisman Ritonga. Gubsu menyampaikan, sesuai peraturan daerah (Perda)  Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provsu tahun 2017-2037, bahwa acuan penata ruang matra darat mengacu pada Perda ini.

Sedangkan untuk pengaturan matra laut mengacu pada Perda Provsu Nomor 4 Tahun 2019 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provsu tahun 2019-2039.

“Kedua Perda inilah yang menjadi acuan dalam memberikan keterangan atau informasi kesesuaian tata ruang dan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota di Sumatera Utara serta menjadi acuan dalam melaksanakan pembangunan dan kegiatan usaha di Sumut, ” terang Edy.

Gubsu menambahkan, sesuai rancangan awal RKPD Provsu tahun 2021, ada lima prioritas di Sumut yakni peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan kerja, peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas,  dan peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata.

Mengingat salah satu sub tema pembahasan dalam seminar ini adalah Pengembangan Strategis Sektor Pariwisata, maka diharapkan dapat memberikan masukan yang sesuai dan sejalan dengan program prioritas pembangunan sektor pariwisata di Sumut.

Selain itu aspek risiko bencana dan mitigasi yang ada keterkaitan dengan sub tema juga sangat penting,  selain aspek kebijakan strategis nasional, ruang terbuka hijau, peruntukan kawasan hutan, dan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Seminar hari ini juga membahas Pengaruh Omnibus Law Terhadap Penata Ruang. “Kami berharap mendapat masukan konstruktif atas RUU Cipta Kerja yang sedang dibahas di DPR-RI, ” ujarnya.

Ketua IAP Sumut Iswandi Lingga diwakili Lukman Nur Hakim Nasution mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir di seminar ini. “Seminar ini untuk kepentingan informasi Penataan Ruang di Sumut,” katanya.

Menurutnya,  ada tiga materi yang dibahas dalam seminar ini dan isunya luar biasa di Sumut. Diharapkan melalui seminar ini bisa mendapat informasi tentang langkah-langkah baru dan rencana yang dibuat untuk Penata Ruang di Sumut.

Rektor ITM Dr. Ir. Mahrizal Masri, MT, IPM, AER yang membuka acara seminar menyampaikan rasa bangganya karena ITM dipercaya membuat kegiatan seminar Penataan Ruang di Provsu. “Semoga kegiatan ini berjalan sukses dan lancar hingga selesai,” tandasnya.

Salah seorang narasumber Dr. Kuswandi, ST, MT yang juga staf pengajar tetap di ITM memaparkan makalahnya tentang Pengurangan Risiko Bencana Melalui Rencana Tata Ruang. Dia menyampaikan konsep tata ruang yang bisa mengurangi risiko bencana di Sumut.