Ratusan Mahasiswa ITM Ikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Ratusan mahasiswa dari Teknik Sipil Institut Teknologi Medan (ITM) mengikuti Distance Learning (Pembelajaran Jarak Jauh) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di aula Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Senin (20/8)

Kegiatan Distance Learning yang diselenggarakan ITM bekerja sama dengan Asosiasi Tenaga Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) dibuka Rektor ITM Mahrizal Masri diwakili WR IV Mustafa.

Narasumber dalam kegiatan itu Reza Munawir Manik ST MT MMG (Kepala Seksi Perencanaan dan Kerja sama Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI.

Wakil Rektor IV ITM Mustafa dalam sambutannya menceritakan sejarah singkat profil ITM mulai dari Akademi, Sekolah Tinggi dan berubah menjadi ITM. Saat ini ITM memiliki tiga fakultas dan 10 program studi.

Terkait pelatihan Distance Learning ini, konsekuensinya aturan pemerintah untuk meningkatkan Sumberdaya Manusia (SDM) dengan menerapkan kurikulum berbasis KKNI. Sebab sekarang ini tidak bisa mencari kerja tanpa sertifikat dan kompetensi.

Dia juga menyebutkan, KKNI perangkatnya SKPI (Surat Keterangan Pengganti Ijazah), karena kompetensi sangat diperlukan untuk sertifikat SKPI. Penerapan kurikulum berbasis KKNI ini diutamakan kompetensinya.

Selain itu soft skill sangat dibutuhkan dunia kerja. Sangat diperlukan soft skill sekitar 80 persen menentukan karir kerja seseorang. Sedangkan hard skill hanya tiket mencari kerja. Kalau masuk dunia kerj soft skill sangat penting.

Ketua Balai Penerapan Bidang Konstruksi Cakra Nagara menyampaikan isu-isu yang ada di lapangan. Kondisi di lapangan saat ini proyek banyak, tapi orang kurang. Disisi lain perguruan tinggi sulit masuk dunia kerja dan ini menjadi titik konsen pemerintah.

Kemudian selama enam bulan sedikitnya 16 kali ada kecelakaan kerja. Hal ini menyebabkan rugi ratusan miliar karena pengawasan tidak ada. Dan peraturan perundang-undangan terkait kompetensi.
Dalam hal ini seluruh tenaga kerja wajib bersertifikat. Ke depan kompetensi harus diberlakukan. Karena itu PUPR memberikan Distance Learning.

Adapun manfaat Distance Learning ini antara lain bagi siapa dapat sertifikat, bisa digunakan pra syarat ikut ujian kompetensi dan beberapa PT, Distance Learning ini sebagai pendamping SKPI.

“Ke depan Distance Learning ini sifatnya dua kali buka tutup. Di ITM ini yang terakhir ujiannya sendiri. Nanti ke depan di Sumut, hari ini kita Distance Learning, sebulan baru ujian bersama tepatnya awal September ,” terangnya.

Ketua DPD ASTTI Sumut Saut P Pardede menjelaskan, kegiatan ini sebagai tindaklanjut perwujudan rancangan nota kesepahaman ASTTI dan ITM tentang pemberdayaan mahasiswa terutama pelatihan beberapa bulan lalu.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Begitu juga kepada PUPR,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara Ketua Umum DPP ASTTI Dedi Ardiansyah, Dekan Teknik Sipil ITM Indra Kusuma Hadi MT, Abdul Kosim MT dan unsur pimpinan lainnya.