ITM Tanda Tangan Kerjasama Dengan PT Timah Tbk Persero

Link and Match antara Perguruan tinggi dan Industri yang sudah diwacanakan selama 20 tahun lalu oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan DR. Ir. Eng. Wardiman Djojonegoro periode 1993-1998 sampai saat ini belum diterapkan. Berdasarkan kondisi kompetensi lulusan Perguruan Tinggi yang masih rendah pada waktu terjun ke dunia kerja, maka pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama dari beberapa kementerian terkait diantaranya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Ristekdikti. Surat keputusan tersebut bermaksud untuk meningkatkan kompetensi lulusan dengan mengadakan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).
Dalam menyambut Program PMMB ini pada hari Rabu 13 Pebruari 2019 di Jakarta, Institut Teknologi Medan menandatangani Piagam Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan salah satu perusahaan BUMN PT Timah Tbk Persero dari 5 perusahaan yang direncanakan pada periode ini. Empat perusahaan lain yang akan menyusul penandatangan MoU dan PKS adalah PT Pertamina Persero, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero, PT Adhi Karya Persero, dan PT Pelabuhan Indonesia Persero.
Penandatangan para pihak diwakili oleh masing-masing pihak yaitu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan (WR-IV) Bapak Mustafa dari pihak ITM dan pihak PT Timah Tbk Persero diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Bapak Muhammad Rizki. Pada saat memberi kata sambutan Bapak Muhammad Rizki mengharapkan kerja sama ini tidak hanya bidang magang mahasiswa saja, tetapi jika memungkinkan dapat termasuk bidang-bidang lain seperti penelitian yang berkaitan dengan proses perusahaan, kuliah umum dari perusahaan ke Perguruan Tinggi, dan lain-lain.

Pihak ITM diwakili WR-IV mengharapkan PT Timah dapat melanjutkan PMMB ini secara berkesinambungan dengan melakukan evaluasi bersama untuk melihat tingkat capaian yang ditargetkan. Mustafa juga menyampaikan bahwa kesempatan yang diberikan oleh PT Timah akan dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melakukan langkah-langkah berikut: (a) akan memberi perbekalan kepada mahasiswa magang sebelum berangkat sehingga masa adaptasi di tempat magang akan lebih cepat, (b) akan berkoordinasi dengan bidang akademik (WR-I, Dekan, Ketua Program Studi, dan unit terkait) untuk menyetarakan SKS magang selama 6 bulan; dan (c) akan mempersiapkan dan menyeleksi mahasiswa yang dikirim supaya lebih berkualitas.

 

Di tempat terpisah Mustafa juga menyampaikan bahwa secara internal ITM akan membenahi diri dalam peningkatan kompetensi lulusan dangan berbagai kegiatan dan metode. Hal ini diharapkan lulusan ITM yang dihasilkan sebanyak 700-800 lulusan per tahun tidak menjadi pengangguran. Program pengembangan ITM yang akan dilakukan baik hardskill, softskill, maupun attitude. Komponen hardskill dengan memperbaiki materi kuliah termasuk metodenya, komponen softskill akan memberdayakan unit pusat karier seoptimal mungkin, komponen attitude dapat diberi panutan oleh dosen-dosen dan stakeholder internal lainnya. Bentuk kegiatan untuk hal ini menyusun buku atau pedoman kode etik dosen dan stakeholder internal sehingga pemangku kepentingan dapat menjadi contoh bagi mahasiswanya.
Program magang ini akan berlangsung selama 5 tahun dan dilaksanakan 2 periode per tahun. Diharapkan kepada unit pelaksana akademik fakultas dan program studi untuk mempersiapkan mahasiswa secara lengkap supaya dapat diusulkan secara terus menerus selama 10 periode atau dalam waktu 5 tahun ke depan. Sistem seleksi mahasiswa masing-masing program studi silakan dirancang sendiri, yang penting dikirim menurut urutan peringkat yang terbaik.
Pada periode pertama hasil match-up dan negosiasi dengan BUMN, ITM terserap 13 mahasiswa dengan rincian sebagai berikut: PT Timah sebanyak 5 mahasiswa; PT Pertamina sebanyak 3 mahasiswa; PT Pelabuhan Indonesia sebanyak 3 mahasiswa; PT Perusahaan Gas Negara sebanyak 1 mahasiswa; PT Adhi Karya sebanyak 1 mahasiswa. Selain tersebut diatas ada negosiasi dengan PT Yodya Karya Persero yang hasilnya akan dikabarkan dalam waktu dua hari ini.