ITM Kirim Kontingen Dalam Gelaran IMT-GT Varsity Carnival di Thailand

Tim kontingen dari mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) kembali mengikuti even tahunan Indonesia-Malaysia -Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang digelar di Walailak University,  Nakhon Si Tamarat,  Thailand,  23-29 Agustus 2019.

Sebelum menuju ke Thailand, Tim Kontingen ITM dilepas oleh WR I ITM Hermansyah Alam didampingi WR III Mahyuzar Masri dan Ketua Tim ITM Syafrawali di Ruang Rapat Rektor, Jumat (23/8- 2019)

Ketua Tim ITM Syafrawali mengatakan, dalam even atau perlombaan IMT-GT ini,  ITM membawa 24 pemain dan 5 official dengan perlombaan yang akan diikuti sepak bola,  badminton,  dan seminar.

“Tahun lalu kita menyabet dua medali dari lomba badminton dan seminar. Badminton mendapat medali perak,  sedangkan seminar medali emas, ” terangnya sembari berharap tahun ini medali yang ditorehkan bisa lebih lagi.

WR III ITM Mahyuzar Masri yang juga berperan dalam bidang kemahasiswaan berpesan,  jaga nama baik almamater,  karena kita utusan negara. “Kalian masuk ke negara itu,  bukan seperti pelancong, tapi disini utusan negara, jadi jaga nama baik almamater dan negara, ” pintanya.

Dia menerangkan,  even tahunan IMT-GT ini diikuti 12 univeritas, 4 dari Indonesia  perwakilannya dari Sumut (Unsyiah,  USU,  Unimed,  ITM), 4 dari Malaysia (USM,  UUM,  UiTM,  UniMAP), 4 dari Thailand (TSU, PSU,  Raja Manggala,  Walailak).

“Karena ini evennya tahunan,  agendanya kita juga harus meraih prestasi. Untuk meraih prestasi jaga pola makannya, kondisi kesehatan, dan fisiknya, ” sebut Mahyuzar.

Sementara WR I ITM, Hermansyah Alam, MT usai melepas kontingen ITM menyampaikan, mahasiswa ITM yang berangkat ke even IMT-GT ini merupakan mahasiswa yang terpilih dan terbaik.

“Sesampainya di negara orang,  yang perlu dijaga adalah moral dan etika. Karena kalau moral dan etika sampai di sana tidak baik,maka penilaian bukan ITM,  tapi negara Indonesia, ” tegasnya.

Kemudian, timba prestasi terbaik dalam even IMT-GT. “Kalau prestasi terbaik,  berarti negara Indonesia akan baik.  Khusus ITM juga tingkatnya terbaik, ” katanya.

Dia juga berpesan kepada kontingen ITM menjaga kesehatan selama bertanding di IMT-GT. “Pola makanan dijaga, agar badan tetap bugar,  sehingga prestasi yang kita harapkan bisa tercapai, ” katanya.

Kontingen ITM juga harus bersatu, berjuang, dan kompak dalam bertanding.  “Jangan ada simbol kata-kata mengeluh.  Hadapi saja dengan tenang dan sabar setiap pertandingan, ” pungkasnya. (evi)