ITM Kirim Dosennya Lakukan Survey Penelitian Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018

Tsunami selat Sunda tanggal 22 Desember 2018 disebabkan oleh longsoran piroklastik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Tsunami selat Sunda merusak kawasan pesisir Provinsi Banten Bagian Barat dan Lampung Selatan.

Kerusakan di kawasan pesisir terkena dampak tsunami menimbulkan korban jiwa dan kehancuran bangunan di pesisir. Kerusakan yang ditimbulkan merupakan kerusakan yang diakibatkan oleh Tsunami. Hal ini berbeda dengan kerusakan tsunami yang dibangkitkan oleh gempa di dasar samudera. Kerusakan Tsunami Selat Sunda total disebabkan olh gaya hidrodinamik tsunami. Daya rusak air dari Tsunami Selat Sunda 2018 menjadi pusat perhatian yang dapat diteliti oleh para akademisi.

Pengambilan sampel sedimen paleo tsunami
Kerusakan bangunan akibat gerusan di sekitar pondasi bangunan

Institut Teknologi Medan melalui salah satu dosennya di Jurusan Teknik Sipil yaitu Dr. Kuswandi, S.T, M.T  melakukan penelitian survey lapangan ke lokasi dampak Tsunami. Survey penelitian dilakukan di Lampung Selatan bersama dengan para peneliti tsunami lainnya seperti Dr. Any Nurhasanah dari Universitas Bandar Lampung, Dr. Any Nurhayati, S.Si., M.Si dari Universitas Muhammadiyah Lampung, serta Dr. Benazir, S.T., M.Eng peneliti muda dari TDMRC Aceh. Survey ini merupakan kolaborasi para peneliti tsunami untuk mendapatkan data lapangan sebagai data primer untuk meneliti daya rusak yang ditimbulkan oleh tsunami.

Hasil penelitian ini membuktikan ITM sebagai satu-satunya  institusi Perguruan Tinggi di  Sumatera Utara yang memiliki konstribusi dan konsentrasi penelitian Bencana khususnya Tsunami.