Dosen Teknik Geologi ITM Menjadi Narasumber Dalam Diskusi Akhir Tahun Ikatan Alumni ITB Daerah Sumut Dengan Topik : “PLTA Batangtoru, Masalah Atau Solusi?”

Di Kabupaten Tapanuli Selatan akan dibangun PLTA Batangtoru oleh PT. NSHE.  Sehubungan hal tersebut dosen Teknik Geologi ITM (Lismawaty) menjadi salah satu narasumber dalam acara Diskusi “PLTA Batangtoru Masalah atau Solusi?” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB Daerah Sumatera Utara (IAITB) di Hotel Grandhika Medan, 17 Desember 2018.  Dosen Geologi ITM menyampaikan materi “Kondisi Geologi Sekitar Daerah PLTA Batangtoru dan Implikasinya terhadap Konstruksi PLTA Batangtoru”.

Pembangunan insfrastuktur PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan berada ditiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sipirok, Marancar dan Kecamatan Batangtoru.  Lokasi konstruksi Dam yang direncanakan dibangun di wilayah Kecamatan Sipirok, kondisi geologi permukaan sekitar areal Dam  tersebut disusun oleh batuan yang dominan bersifat kurang kompak, yaitu batupasir, tufa hasil letusan erupsi Toba dan erupsi Sibual buali.  Selain itu lokasi konstruksi Dam juga berada diantara Jalur Sistem Patahan Sumatera Aktif  (Sumatra Fault System) atau jalur gempa dari segmen  Patahan Angkola dan Sekmen Patahan Toru-Barumun. Membangun infrastruktur pada kondisi geologi demikian sangat berpotensi akan resiko tinggi.  Guna mengurangi potensi resiko tersebut, perlu dilakukan kajian kondisi geologi dan terutama kajian kegempaan atau seismik, pemberlakuan building code untuk konstruksi DAM, sehingga akan terbangun infrastruktut PLTA tahan gempa. Antisipasi tersebut sangat perlu dilakukan karena efek dari goncangan gempa dapat mengakibatkan kerusakan inftrastrutur, likuifaksi, longsor, tsunami dan fault repute.  Disisi lain bencana gempa merupakan bencana alam geologi yang tidak dapat dicekah, kapan keterjadiannya belum bisa diprediksi dan ketika terjadi mengakibatkan kerugian yang besar.

Dari uraian diatas jelas bahwa PLTA memang solusi alternatif untuk mengoptimalkan energi terbarukan, mengingat sumber energi fosil yang bersifat tidak dapat diperbaharuhi seiring waktu akan habis.  Apakah PLTA Batangtoru masalah atau tidak masalah, itu soal pilihan, bila pembangunan tidak dan atau kurang memperhatikan segala aspek daya dukung nya, maka PLTA Batangtoru bisa jadi masalah.  Namun  Bila kajian aspek fisik (geologi dan kegempaan) dilakukan, berikut memperhatikan aspek daya dukung lainnya, maka PLTA Batangtoru tidak hanya bermanfaat atau solusi atas krisis energi, namun juga aman untuk masyarakat di Kabupeten Tapanuli Selatan pada khususnya dan masyarakat Sumatera Utara umumnya.

Mengingat wilayah Indosenia yang secara kondisi geologi dan teknonik rawan terhadap bencana alam geologi dan belajar dari kehancuran infrastruktur saat terjadi gempa dibeberapa wilayah, maka kedepan pembangunan infrastruktur harus ramah atau berwawasan bencana alam geologi.