744 Insinyur Baru ITM Diwisuda, Rektor Berpesan Agar Jadi Pencipta Karya, Bukan Pekerja

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Rektor Institut Teknologi Medan (ITM), Dr Mahrizal Masri, MT, IPM, AER mewisuda 744 alumninya, Sabtu (26/1/2019), di Selecta Convention Hall Medan.

744 alumni tersebut terbagi atas 244 sarjana teknik mesin, 68 sarjana teknik elektro, 54 sarjana teknik kimia, 51 sarjana teknik industri, 52 sarjana teknik arsitektur, 43 sarjana teknik perencanaan wilayah dan kota, 89 sarjana teknik sipil, 24 sarjana teknik geologi, dan 46 sarjana teknik pertambangan.

Mahrizal, dalam pidatonya saat upacara wisuda sarjana ITM Periode Ke-53 tersebut, mengatakan bahwa persaingan hidup ke depan semakin ketat dan sangat kompetitif. Ia meminta agar alumni ITM menjadi pencipta karya, bukan sebaliknya.

“Jangan menjadi pekerja, tetapi harus menjadi pekarya dengan penuh integritas, inisiatif, harmonis, kreatif, inovatif,” ujar Mahrizal.

Selanjutnya, Mahrizal mengatakan, ITM mengakomodasi para mahasiswa yang ingin mengembangkan minat dan bakat, baik dalam bidang akademik, maupun nonakademik. Hal itu dibuktikan dengan pemberian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) kepara para alumnus yang berkompetensi tinggi pada bidang tertentu.

Selain itu, ITM juga terus mengembangkan kualitas para dosennya. Saat ini, sebanyak 15 dosen ITM sedang dalam proses pengajuan guru besar di beberapa PTN terkemuka di Indonesia. Kemudian, sejumlah 16 dosen sedang menempuh studi doktor.

Sebagai perguruan tinggi keteknikan, lanjut Mahrizal, ITM telah memperbaiki manajemen internal, serta menerapkan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dibuat Kemenristek Dikti RI.

Lewat penerapan KKNI, suatu perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang punya sikap bagus, kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, wewenang, serta tanggung jawab terhadap bidang ilmunya saat lulus sesuai dengan level yang dimiliki.

“Kesesuaian dengan KKNI akan memudahkan mahasiswa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sebab kualitas para lulusannya dapat disamakan dengan para lulusan dari perguruan tinggi di Asia Tenggara,” kata Mahrizal.