Saturday, 23 September 2017
 
 
Pengumuman
  • Ujian Akhir Semester Genap TA. 2016/2017 dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 22 Juli 2017
  • Syarat mengikuti UAS Genap TA. 2016/2017 adalah : Mengisi KRS Semester Genap TA. 2016/2017 dan telah melunasi Uang Kuliah Termin IV TA. 2016/2017
Mahasiswa ITM Seminarkan Pemilu dan Perubahan

Medan, (22/04/2014). Komunitas mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) mengadakan kegiatan seminar antara pemilu dan perubahan, baru - baru ini di kampus  ITM Jalan Gedung Arca Medan.

Tampil sebagai pembicara Ricky Setiawan Kartaatmaja, S.Stat (mantan Ketua BKIM IPB Bogor), Aqil Abu Faqih ST (Dewan Pembina Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Keislaman (LDK) Sumut dan Irwan Said Batubara ST, alumni LDK Al Iqra ITM.

Tujuan seminar tersebut untuk menggalang kekuatan dan keikutsertaan mahasiswa dalam dalam menyikapi pesta demokrasi baik pemilihan legislatif (Pileg) yang lalu maupun pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang datang.

Melalui seminar tersebut, lanjutnya  mahasiswa semakin termotivasi,untuk mengajak  mahasiswa ITM khususnya dan mahasiswa lainnya di Sumatera Utara agar bangkit dan mengabdikan dirinya demi kepentingan rakyat, bangsa dan negara ini tanpa pamrih dan bekerja ikhlas.

 

Peran Aktif

Sebelumnya,  Ketua Panitia Masrul menjelaskan, salah satu peran aktif mahasiswa adalah menyukseskan Pileg 9 April lalu. Adanya Pileg diharapkan membawa perubahan bagi bangsa dan negara ke arah yang lebih baik lagi.

Sebab berdasarkan fakta pada pemilu sebelumnya  berbagai janji perubahan didengungkan, namun berdasarkan kenyataanya, perubahan yang diimpikan tidak pernah terjadi.

Menurutnya, rakyat tetap dalam kemiskinan, harga kebutuhan terus melambung, biaya pendidikan dan kesehatan pun tak mau kalah dan semuanya serba mahal.

Untuk itulah, mahasiswa sebaga agen perubahan (agent of change) harus berani tampil dan memiliki sikap membela kaum yang lemah dan tertindas akibat perilaku kekuasaan yang diperlihatkan pemimpin dan wakil rakyat bangsa ini.

Mahasiswa hendaknya bisa melakukan perubahan di birokrasi eksekutif, politik kotor di legislatif dan mafia peradilan di yudikatif. Ketiga sektor ini tambah Masrul, seringkali selalu mensengsarakan rakyat dan menindas kaum awam

“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan memberantas segala bentuk kejahatan  dan kesewenangan -wenangan para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

 
 
Top!
Top!